14 December 2012

SUKUK


Konsep keuangan berbasis syariah Islam (Islamic finance) dewasa ini telah tumbuh secara pesat, diterima secara universal dan diadopsi tidak hanya oleh negara-negara Islam di kawasan Timur Tengah saja, melainkan juga oleh berbagai negara di kawasan Asia, Eropa, dan Amerika. Hal tersebut ditandai dengan didirikannya berbagai lembaga keuangan syariah dan diterbitkannya berbagai instrumen keuangan berbasis syariah. Selain itu, juga telah dibentuk lembaga internasional untuk merumuskan infrastruktur sistem keuangan Islam dan standar instrumen keuangan Islam, serta didirikannya lembaga rating Islam. Beberapa prinsip pokok dalam transaksi keuangan sesuai syariah antara lain berupa penekanan pada perjanjian yang adil, anjuran atas sistem bagi hasil atau profit sharing, serta larangan terhadap riba, gharar, dan maysir.


Salah satu bentuk instrumen keuangan syariah yang telah banyak diterbitkan baik oleh korporasi maupun negara adalah sukuk. Di beberapa negara, sukuk telah menjadi instrumen pembiayaan anggaran negara yang penting. Pada saat ini, beberapa negara telah menjadi regular issuer dari sukuk, misalnya Malaysia, Bahrain, Brunei Darussalam, Uni Emirate Arab, Qatar, Pakistan, dan State of Saxony Anhalt – Jerman. Penerbitan sovereign sukuk biasanya ditujukan untuk keperluan pembiayaan negara secara umum (general funding) atau untuk pembiayaan proyek-proyek tertentu, misalnya pembangunan bendungan, unit pembangkit listrik, pelabuhan, bandar udara, rumah sakit, dan jalan tol. Selain itu, sukuk juga dapat digunakan untuk keperluan pembiayaan cash-mismatch, yaitu dengan menggunakan sukuk dengan jangka waktu pendek (Islamic Treasury Bills) yang juga dapat digunakan sebagai instrumen pasar uang.





Apa itu sukuk?




Istilah sukuk berasal dari bentuk jamak dari bahasa Arab ‘sak’ atau sertifikat. Secara singkat The Accounting and Auditing Organisation for Islamic Financial Institutions (AAOIFI) mendefinisikan sukuk sebagai sertifikat bernilai sama yang merupakan bukti kepemilikan yang tidak dibagikan atas suatu asset, hak manfaat, dan jasa-jasa atau kepemilikan atas proyek atau kegiatan investasi tertentu. Sukuk pada prinsipnya mirip seperti obligasi konvensional, dengan perbedaan pokok antara lain berupa penggunaan konsep imbalan dan bagi hasil sebagai pengganti bunga, adanya suatu transaksi pendukung (underlying transaction) berupa sejumlah tertentu aset yang menjadi dasar penerbitan sukuk, dan adanya aqad atau penjanjian antara para pihak yang disusun berdasarkan prinsip-prinsip syariah. Selain itu, sukuk juga harus distruktur secara syariah agar instrumen keuangan ini aman dan terbebas dari riba, gharar dan maysir.





Tujuan Penerbitan Sukuk Negara (SBSN)



  • memperluas basis sumber pembiayaan anggaran negara;
  • mendorong pengembangan pasar keuangan syariah;
  • menciptakan benchmark di pasar keuangan syariah;
  • diversifikasi basis investor;
  • mengembangkan alternatif instrumen investasi;
  • mengoptimalkan pemanfaatan Barang Milik Negara; dan
  • memanfaatkan dana-dana masyarakat yang belum terjaring oleh sistem perbankan konvensional





Karakteristik Sukuk


  • merupakan bukti kepemilikan suatu aset berwujud atau hak manfaat (beneficial title);
  • pendapatan berupa imbalan (kupon), marjin, dan bagi hasil, sesuai jenis aqad yang digunakan ;
  • terbebas dari unsur riba, gharar dan maysir;
  • penerbitannya melalui special purpose vehicle (SPV);
  • memerlukan underlying asset.
  • penggunaan proceeds harus sesuai prinsip syariah.





Kelebihan berinvestasi dalam Sukuk Negara, khususnya untuk struktur Ijarah.


  • Memberikan penghasilan berupa Imbalan atau nisbah bagi hasil yang kompetitif dibandingkan dengan instrumen keuangan lain.
  • Pembayaran Imbalan dan Nilai Nominal sampai dengan sukuk jatuh tempo dijamin oleh Pemerintah.
  • Dapat diperjual-belikan di pasar sekunder.
  • Memungkinkan diperolehnya tambahan penghasilan berupa margin (capital gain).
  • Aman dan terbebas dari riba (usury), gharar (uncertainty), dan maysir (gambling).
  • Berinvestasi sambil mengikuti dan melaksanakan syariah. 







Jenis-Jenis Sukuk




Berbagai jenis struktur sukuk yang dikenal secara internasional dan telah mendapatkan endorsement dari The Accounting and Auditing Organisation for Islamic Financial Institutions (AAOIFI) antara lain:


  • Sukuk Ijarah, yaitu sukuk yang diterbitkan berdasarkan perjanjian atau akad Ijarah di mana satu pihak bertindak sendiri atau melalui wakilnya menjual atau menyewakan hak manfaat atas suatu aset kepada pihak lain berdasarkan harga dan periode yang disepakati, tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan aset itu sendiri. Sukuk Ijarah dibedakan menjadi Ijarah Al Muntahiya Bittamliek (Sale and Lease Back) dan Ijarah Headlease and Sublease.
  • Sukuk Mudharabah, yaitu sukuk yang diterbitkan berdasarkan perjanjian atau akad Mudharabah di mana satu pihak menyediakan modal (rab al-maal) dan pihak lain menyediakan tenaga dan keahlian (mudharib), keuntungan dari kerjasama tersebut akan dibagi berdasarkan perbandingan yang telah disetujui sebelumnya. Kerugian yang timbul akan ditanggung sepenuhnya oleh pihak yang menjadi penyedia modal.
  • Sukuk Musyarakah, yaitu sukuk yang diterbitkan berdasarkan perjanjian atau akad Musyarakah di mana dua pihak atau lebih bekerjasama menggabungkan modal untuk membangun proyek baru, mengembangkan proyek yang telah ada, atau membiayai kegiatan usaha. Keuntungan maupun kerugian yang timbul ditanggung bersama sesuai dengan jumlah partisipasi modal masing-masing pihak.
  • Istisna’, yaitu Sukuk yang diterbitkan berdasarkan perjanjian atau akad Istisna’ di mana para pihak menyepakati jual-beli dalam rangka pembiayaan suatu proyek/barang. Adapun harga, waktu penyerahan, dan spesifikasi barang/proyek ditentukan terlebih dahulu berdasarkan kesepakatan.





Di dalam negeri sendiri, pasar keuangan syariah, termasuk pasar sukuk juga tumbuh secara cepat, meskipun proporsinya dibandingkan pasar konvensional masih relatif sangat kecil. Untuk keperluan pengembangan basis sumber pembiayaan anggaran negara dan dalam rangka pengembangan pasar keuangan syariah dalam negeri, Pemerintah telah menyusun RUU tentang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). UU SBSN tersebut akan menjadi legal basis bagi penerbitan dan pengelolaan Sukuk Negara atau SBSN.





Sumber : Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang – Depkeu



28 November 2012


*PERSUASIF

Manfaat Berkebun dan Bertani


Banyak alasan untuk kembali ke ladang dan menanam makananmu sendiri. Tak peduli apakah kamu kaya atau miskin, punya lahan luas atau hanya sejengkal, punya pengalaman bertani atau tidak, tak ada alasan yang menghalangimu untuk berkebun dan bertani.

Besar manfaat yang akan kamu dapatkan dengan berkebun dan bertani seperti bertani membantu kita mengenal alam. Saat tanganmu kotor oleh tanah, kamu telah memulai hubungan baru dengan alam. Langkah pertama, pilih tanaman yang ingin ditanam. Pastikan tanaman itu cocok dengan iklim di lingkungan. Setelah menemukan tanaman yang cocok, saatnya belajar merawat tanaman – kapan menyiraminya, berapa banyak kebutuhan cahaya matahari, dan perlakuan khusus lainnya. Saat Anda mulai menanam baris demi baris sayuran, keahlianmu akan terus bertambah seiring dengan waktu.

Saat bertani atau berkebun, kamu bisa mengontrol setiap bahan yang digunakan dalam proses menanam. Hal ini memungkinkan kamu menghasilkan makanan segar organik yang bebas dari bahan-bahan kimia berbahaya. Manfaat lain, bertani atau berkebun membuat tubuh terus aktif. Menggali, menanam dan merawat lahan membuat kamu terus bergerak. Kamu juga bisa melibatkan teman-teman, membuat mereka sehat. Dan percaya atau tidak, bertani itu menyenangkan – coba deh.

Yang terakhir, bertani atau berkebun dalam skala kecil mampu membuatmu rileks dan menghilangkan stress. Bertani atau berkebun akan membuat tubuh dan pikiran tetap aktif. Bertani bisa menjadi sarana rekreasi dan membuat Anda terbebas dari rutinitas kerja dan keluarga!

Menjadi seorang petani bisa membuatmu menjadi pribadi yang lebih “hijau” lagi. Kamu bahkan bisa berbagi hasil panen dengan keluarga dan teman-teman !

Mari berkebun.... :)



Sumber :


*EKSPOSISI

Manfaat Berkebun dan Bertani

Banyak alasan untuk kembali ke ladang dan menanam makananmu sendiri. Tak peduli apakah kamu kaya atau miskin, punya lahan luas atau hanya sejengkal, punya pengalaman bertani atau tidak, tak ada alasan yang menghalangimu untuk berkebun dan bertani.

Besar manfaat yang akan kamu dapatkan dengan berkebun dan bertani seperti bertani membantu kita mengenal alam. Saat tanganmu kotor oleh tanah, kamu telah memulai hubungan baru dengan alam. Langkah pertama, pilih tanaman yang ingin ditanam. Pastikan tanaman itu cocok dengan iklim di lingkungan. Setelah menemukan tanaman yang cocok, saatnya belajar merawat tanaman – kapan menyiraminya, berapa banyak kebutuhan cahaya matahari, dan perlakuan khusus lainnya.

Saat bertani atau berkebun, kamu bisa mengontrol setiap bahan yang digunakan dalam proses menanam. Hal ini memungkinkan kamu menghasilkan makanan segar organik yang bebas dari bahan-bahan kimia berbahaya. Manfaat lain, bertani atau berkebun membuat tubuh terus aktif. Menggali, menanam dan merawat lahan membuat kamu terus bergerak. Kamu juga bisa melibatkan teman-teman, membuat mereka sehat.

Yang terakhir, bertani atau berkebun dalam skala kecil mampu membuatmu rileks dan menghilangkan stress. Bertani atau berkebun akan membuat tubuh dan pikiran tetap aktif.

Sumber :

25 November 2012

Bintang dan Kehidupannya


Bintang adalah bola besar dan berpijar di angkasa yang tersusun atas gas hidrogen, helium, dan unsur-unsur lain. Bagi orang-orang di bumi, bintang-bintang tampak sangat redup dan kecil, jika dibandingkan dengan matahari kita (yang notabene juga sebuah bintang). Kenyataannya, banyak bintang yang sangat besar, dan bahkan berkali-kali lebih besar dari matahari. Mereka tampak redup mungkin karena jarak mereka sangat jauh dari kita. Apakah kehidupan bintang itu sama dengan matahari? Sebenarnya, kehidupan bintang berbeda-beda satu sama lain karena berbagai faktor. Bintang kecil menghabiskan bahan bakar mereka (gas hidrogen) lebih lambat daripada bintang yang besar, sehingga mereka dapat hidup lebih lama. 

Ada banyak teori yang menyatakan hal ini, tapi yang paling dipercayai saat ini adalah teori nebula. Teori ini menjelaskan bahwa bintang dilahirkan di dalam debu dan awan gas raksasa yang disebut nebula. Saat debu dan gas menyusut akibat tarikan gravitasi, massa materi menjadi sangat padat dan panas. Jika panas yang terbentuk sudah sampai pada temperatur yang optimal, gas hidrogen mulai “terbakar” melalui reaksi fusi nuklir dan memancarkan energi dalam bentuk cahaya dan panas. Akhirnya, sebuah bintang baru mulai bersinar.

Selain bintang, umumnya materi awan dan debu tersebut juga membentuk planet-planet (disebut tata surya/solar system). Saat debu dan gas menyusut akibat tarikan gravitasi, rotasi materi tersebut semakin lama semakin tinggi  hingga  bagian tengahnya menggelembung. Akhirnya, sebagian lingkaran  materi itu terlempar keluar dan kemudian mendingin, mengecil, dan  berubah menjadi  planet. Sementara itu, bola materi yang berada di tengah membentuk bintang. Masa hidup bintang dapat mencapai jutaan tahun. Selama hidupnya, bintang membakar energi dan memancarkan cahaya dan panas.
Pada saat kehabisan bahan bakar (hidrogen), bintang-bintang membengkak dan permukaannya menjadi dingin (meski bagi kita tentu saja masih sangat panas). Bintang-bintang yang besar akan tumbuh menjadi “raksasa biru” dan meledak sebagai supernova. Bintang-bintang yang lebih kecil mengembang dan menjadi raksasa merah besar. Kemudian bintang-bintang itu kehilangan sebagian besar materi yang dimilikinya dan menyusut menjadi bintang katai putih. Bintang ini sangat kecil dan padat (seukuran bumi) , suhu permukaannya bisa mencapai 8000°C.

Ledakan supernova dapat menghasilkan salah satu dari dua macam objek yang sangat aneh, yaitu sebuah pulsar atau sebuah lubang hitam. Keduanya berputar sekitar 1000 kali dalam sedetik. Pulsar akan terbentuk setelah inti bintang raksasa dilumatkan. Akan tetapi, jika inti bintang itu dilumatkan sampai batas tertentu, inti ini akan menjadi sangat padat dan otomatis memiliki gravitasi yang luar biasa besar. Inti bintang ini berubah menjadi lubang hitam. Lubang hitam memiliki gravitasi dimana segala sesuatu dalam jarak tertentu tersedot olehnya, meskipun itu adalah cahaya.

Sumber :